Satu Tahun Merger BUMN Perikanan, PT Perikanan Indonesia Lakukan Sederet Transformasi

Satu Tahun Merger BUMN Perikanan, PT Perikanan Indonesia Lakukan Sederet Transformasi
 
JAKARTA—PT Perikanan Indonesia telah melakukan berbagai transformasi usai satu tahun merger dengan PT Perikanan Nusantara. PT Perikanan Indonesia kini menjadi satu-satunya Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada sektor perikanan di Indonesia.
 
PT Perikanan Indonesia dengan PT Perikanan Nusantara resmi bergabung dengan ditandatanganinya akta penggabungan pada 2 Desember 2021. Prosesi penandatanganan akta penggabungan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas terbitnya PP Nomor 99 Tahun 2021 tentang Penggabungan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Nusantara kedalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Indonesia yang terbit pada 15 September 2021.
 
Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan penggabungan BUMN Perikanan satu tahun yang lalu ini harus memberikan nilai positif baik bagi pemegang saham, manajemen, karyawan hingga masyarakat dan industri perikanan.
 
Selama satu tahun, PT Perikanan Indonesia terus berbenah dan bertrasformasi menjadi perusahaan yang mampu menciptakan ekosistem perikanan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
 
“Kami sudah bertransformasi dalam satu tahun ini. Dan kami berkomitmen terus bertransformasi di tahun-tahun berikutnya untuk menjadi perusahaan perikanan terbesar pada tahun 2026 sesuai visi perusahaan,” katanya dalam acara Refleksi Satu Tahun Merger PT Perikanan Indonesia dengan tema Bersama Meraih Cita, Bersatu Kita Mampu, Jumat (2/12/2022).
 
Dalam perjalanan bisnis pasca merger, PT Perikanan Indonesia mampu melakukan transformasi kinerja keuangan dengan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) dari semula negatif menjadi positif.
 
Selama 1 tahun ini, PT Perikanan Indonesia juga menorehkan hasil ekspor yang gemilang ke beberapa negara tujuan. Pertama, ekspor gurita dari Unit Simeulue ke Jepang yang rutin dilakukan setiap bulannya dengan volume 15 ton setiap ekspor.
 
Kedua ekspor gurita dari Cabang Makassar ke Amerika Serikat sebanyak 17,9 ton. Berikutnya, ekspor Tuna loin natural beku dari Cabang Ambon ke Jepang sebanyak 10,8 ton, dan ekspor ikan Tuna dari Cabang Bitung ke Singapura,
 
Selain itu, PT Perikanan Indonesia juga menyuplai ikan tuna yang sudah diproses menjadi tuna saku, tuna steak dan tuna center cut dari Cabang Benoa ke Amerika Serikat.
 
Dalam minggu ini, PT Perindo juga mengekspor Ikan Cakalang sebanyak 51 Ton dari Jakarta ke Jepang.
 
“Melalui ekspor ini, kami menjalankan amanah pemerintah sesuai dengan tujuan penggabungan BUMN Perikanan di mana salah satunya harus meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar internasional serta meningkatkan pendapatan pajak dan dividen bagi negara,” ujar Sigit.
 
Proses ekspor tentu melibatkan nelayan lokal dalam melakukan penangkapan ikan. Dengan begitu, PT Perikanan Indonesia selalu meningkatkan inklusivitas nelayan dengan menyerap hasil tangkapan nelayan (off take), meningkatkan nilai tukar nelayan serta memberikan kemudahan nelayan dalam berproduksi.
 
Dalam memperingati satu tahun pasca merger, PT Perikanan Indonesia juga berperan aktif  memangkas angka stunting di Indonesia melalui ajakan mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein terbaik. Hal ini dilakukan dengan bagi-bagi ikan kepada masyarakat di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta.
 
“Tujuan dari aksi berbagi ikan ini yakni untuk mencegah terjadinya stunting atau gagal tumbuh di kalangan masyarakat perikanan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan [TJSL],” sebutnya.
 
Sigit menambahkan penerima bantuan merupakan warga di kawasan Pelabuhan, petugas kebersihan pelabuhan dan keluarga nelayan. Program ini merupakan tindak lanjut dari bagi-bagi ikan memperingati Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) pada 21 November lalu yang sukses diselenggarakan di kawasanThamrin, Jakarta Pusat.
 
Transformasi lainnya, PT Perikanan Indonesia merambah bidang retail dalam rangka meningkatkan kualitas mutu produk perikanan . Hal ini dilakukan dengan meluncurkan tiga segmentasi produk ritel Tukato Seafood. Segmentasi dibagi menjadi tiga berdasarkan pangsa pasar yaituTukato Bay, Tukato Sea dan Tukato Ocean.
 
Tak hanya sampai di sini, PT Perikanan Indonesia telah merumuskan transformasi di tahun 2023. Di antaranya, revitalisasi pengelolaan pelabuhan perikanan yang tersebar di beberapa tempat di Indonesia. Hal ini mampu mengerek pendapatan perusahaan dari bisnis kepelabuhanan, seperti penyediaan perbekalan kapal, BBM, air bersih dan digitalisasi tambat labuh bekerjasama dengan KKP dan yang lainnya.
 
Kemudian untuk meningkatkan peran BUMN dalam ketersediaan ikan sebagai salah satu item Cadangan Pangan Pemerintah, PT Perikanan Indonesia akan bertransformasi dengan mengikuti program Penangkapan IkanTerukur (PIT) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan begitu, PT Perindo sekaligus ikut mengimplementasikan Ekonomi Biru. melalui program pemerintah ini.
 
“Dengan bertransformasi dalam pengelolaan pelabuhan dan penangkapan ikan terukur, kami optimis akan mewujudkan visi menjadi perusahan perikanan terbesar di tahun 2026 secara bertahap,”pungkasnya.
 

ID FOOD Komitmen Jaga Pasokan Pangan, Antisipasi Krisis Pangan

Jakarta - BUMN Pangan ID FOOD berkomitmen untuk memasok pangan memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk pemenuhan produk di beberapa titik wilayah Indonesia yang defisit ID FOOD tetap konsisten mendistribusikan pangan.

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan meskipun adanya kenaikan harga BBM, tidak berdampak pada sejumlah operasional pasokan beberapa komoditas pangan. “Supply beberapa komoditas pangan terus berjalan memenuhi kebutuhan masyarakat, meskipun ada kenaikan BBM,”terang Frans.

Seperti pada komoditas minyak goreng, Frans mengatakan ID FOOD terus lakukan pemenuhan minyak goreng melalui mitra pedagang lokal untuk didistribusikan kepada masyarakat lokal di Timika, Merauke dan sekitarnya.

“744 Ribu liter minyak goreng rakyat yang terkirim melalui melalui tol laut, September ini telah didistribusikan ke pedagang - pedagang pasar untuk memenuhi masyarakat lokal di Indonesia Timur,”Jelas Frans.

Frans melanjutkan berdasarkan data Dashboard Pangan Nasional (Donal) secara digital yang dikembangkan Holding Pangan ID FOOD, stok dihimpun sinergi BUMN Pangan ID FOOD dan Bulog yang diharapkan dapat membantu Pemerintah dalam mengantisipasi krisis dan kelangkaan pangan.

"Dari data berdasarkan aplikasi Donal per 12 September 2022 ini ketersediaan stok pangn gabungan BUMN tercatat stok beras sekitar 895.145,07 Ton, Daging Sapi sebanyak 857,34 Ton, Gula Pasir sebanyak 153.280,86 Ton, Minyak Goreng sebanyak 18.411,09 Ton," jelas Frans.

Menurutnya hal ini pun menjadi kontribusi BUMN untuk Indonesia dalam berkomitmen menjaga ketersediaan pangan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, lanjut Frans, Anggota Holding sektor Perikanan yang dikelola PT Perikanan Indonesia tetap menyerap hasil tangkapan nelayan di seluruh Indonesia. Tangkapan ikan nelayan yang diserap sebanyak 5.570 ton pada semester I/2022.

Bahkan, terdapat kegiatan ekspor ke Jepang berupa 1 kontainer gurita berkapasitas 15 ton yang berlangsung pada 13 September 2022.

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono menambahkan meskipun ada kenaikan BBM, PT Perindo berkomitmen dalam menjaga pasokan pangan domestik hingga ekspor berupa Gurita berjenis octopus cynea grey yang menjadi favorit di tahun 2022 ini dengan telah dikirim sebanyak 8 kali sejak Januari 2022 hingga September 2022 dari Unit Simeulue, Aceh ke Jepang via Tol Laut.

“Dalam waktu dekat, gurita tangkapan nelayan ini juga akan diekspor ke Amerika Serikat,” terang Sigit.

Sementara itu, komoditas daging yang dikelola Anggota Holding PT Berdikari memastikan pasokan daging memenuhi kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui pemanfaatan tol laut untuk mobilisasi sapi lokal sehat, pasokan daging juga terealisasi melalui penugasan khusus dari Pemerintah untuk mendatangkan daging sapi beku tanpa tulang dari negara Brasil. Direktur Utama PT Berdikari Harry Warganegara menyebutkan saat ini Berdikari telah selesai merealisasikan sebanyak 15.177 MT, dan akan datang lagi 4.823 MT pada bulan Oktober sebagai realisasi dari penugasan Pemerintah sebanyak 20.000 MT pada tahun 2022.

"Untuk jangka panjangnya, PT Berdikari mendukung inisiatif Pemerintah dalam rencana ekosistem dengan menambah populasi sapi melalui breeding dan menyiapkan bakalan serta memperluas kemitraan dengan peternak rakyat sehingga dapat tercapainya ekosistem pangan yang memberi hasil berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat," Pungkas Harry.

Di hilir pangan khususnya sektor Perdagangan, melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) memastikan mitra - mitra Warung Pangan tetap beroperasional. Warung Pangan sendiri terus mengembangkan jaringannya dengan banyaknya tawaran kerja sama dari berbagai organisasi mulai dari koperasi hingga UMKM.

Upaya-upaya untuk menjaga ketahanan pangan terus PPI lakukan, salah satunya lewat UMKM yang menjadi mitra Warung Pangan, mendapatkan layanan dengan menjadi saluran distribusi pangan bagi produk BUMN Holding Pangan di bawah ID FOOD kepada masyarakat dan menciptakan ekosistem pangan yang terdigitalisasi dari hulu hingga hilir.

Jakarta, 19 September 2022 PT Perikanan Indonesia

Nelayan Sulit Melaut Imbas BBM Naik, Ini Upaya PT Perikanan Indonesia Jaga Pasokan Ikan

JAKARTA--PT Perikanan Indonesia mengupayakan tetap menjaga pasokan ikan aman di pasaran meski ada kendala yang dihadapi oleh para nelayan yang memasok kebutuhan bahan baku ikan. Hal ini merupakan imbas dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional kapal nelayan.

Dalam situasi seperti ini, PT Perikanan Indonesia tetap merangkul dan tetap menjaga inkklusivitas nelayan dengan menjadi off taker atau standing buyer hasil tangkapan nelayan.

Direktur Utama Perikanan Indonesia Sigit Muhartono menyampaikan, banyak nelayan yang mengalami kesulitan memperoleh BBM. Padahal, BBM menjadi salah salah satu komponen utama dalam biaya operasional para nelayan, di samping biaya gaji Anak Buah Kapal (ABK).

Dengan kondisi seperti itu, para nelayan menjadi kesulitan melaut sementara biaya operasional kapal tetap harus ditanggung oleh mereka.

Hal itu menyebabkan berkurangnya produksi Perindo seiring kombinasi antara bahan baku produksi yang mahal dan pasokan ikan dari nelayan yang berkurang. Alhasil para nelayan menaikkan harga jual ikannya ke PT Perindo selaku standing buyer unyuk mengantisipasi kerugian nelayan.

“Kami membantu nelayan agar tetap bisa melaut dan pasokan ikan tetap terjaga untuk pasar domestik maupun internasional,” ungkap Sigit,

Untuk mengatasi kendala yang dialami nelayan terkait naiknya BBM, PT Perikanan Indonesia berusaha memastikan bahwa area penangkapan ikan yang dituju oleh kapal memang terdapat banyak ikan, sehingga pemakaian BBM dapat lebih terukur dan efisien.

Selain itu, PT Perikanan Indonesia berkomitmen melakukan pengolahan ikan dengan membuat produk tersebut memiliki nilai tambah melalui hilirisasi yang bernilai jual lebih tinggi, sehingga dapat menghasilkan margin keuntungan yang lebih besar.

Hal ini berlaku untuk produk olahan ikan yang bahan bakunya berasal dari hasil tangkapan kapal sendiri, nelayan, maupun mitra pemilik kapal.

Tak ketinggalan, PT Perindo juga memberikan bantuan berupa pasokan es kepada nelayan ketika mereka hendak berlayar menangkap ikan tanpa harus membayar di muka.

“Hasil tangkapan ikan nelayan tersebut dibeli oleh PT Perindo, dan pasokan es tersebut diperhitungkan sebagai pengurang harga jual dari nelayan,” tambah Sigit.

Seperti diketahui, PT Perikanan Indonesia memperoleh pasokan bahan baku dari 3 sumber. Pertama, hasil tangkapan dari nelayan, di mana PT Perindo bertindak sebagai offtaker atau penyerap ikan tangkapan.

Kedua, PT Perindo juga mendapat bahan baku dari hasil tangkapan dengan kapal milik perusahaan sendiri serta hasil tangkapan dari mitra pemilik kapal.

Sejauh ini, bahan baku ikan diperoleh Perindo dari wilayah kerja perusahaan tersebut yang terdiri dari 12 cabang dan 18 unit usaha. Adapun total mitra nelayan Perindo berada di kisaran 1.400 nelayan.

Jakarta, 7 September 2022 PT Perikanan Indonesia

Gandeng Petambak Lokal, PT Perikanan Indonesia Berhasil Panen Udang Vaname di Pekalongan

JAKARTA—PT Perikanan Indonesia, member of ID FOOD, berhasil melakukan panen udang dengan volume tonnase 20,6 ton pada kurun Januari hingga Agustus 2022 di tambak Pekalongan, Jawa Tengah.

Udang berjenis vaname yang memiliki size 80 ini dipanen di atas lahan tambak seluas 6 hektare. PT Perikanan Indonesia melibatkan petambak lokal di Pekalongan dalam proses tebar benur udang, perawatan hingga proses panen udang.

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan Pekalongan merupakan salah satu cabang perusahaan yang potensial dalam bisnis budidaya tambak udang.

Udang vaname yang dipanen selama semester I/2022 sejumlah 16,5 ton. Selanjutnya, panen parsial pada awal Agustus sebanyak 4,1 ton sehingga saat ini total 20,6 ton yang berhasil dipanen. Adapun target hingga akhir tahun sebanyak 30 Ton.

“Pencapaian budidaya udang di Pekalongan pada semester I/2022 sudah melampaui produksi panen udang yakni 159% dibandingkan dengan semester I di tahun sebelumnya. Kami mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi antara PT Perikanan Indonesia Cabang Pekalongan yang terus menjaga inklusivitas dengan para petambak,” ujarnya, Kamis (4/8/2022).

Menurut Sigit, Pekalongan sangat potensial untuk mengembangkan bisnis budidaya udang. Saat ini, hasil panen udang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Jawa Tengah. Namun tidak menutup kemungkinan hasil panen udang diperluas pangsa pasarnya hingga ke Jakarta, bahkan untuk pasar internasional atau ekspor. Apalagi lokasi Pekalongan yang dekat dengan Ibu Kota secara geografis.

PT Perikanan Indonesia berencana menggenjot produksi budidaya di Pekalongan karena lahan tambak 6 hektare masih dapat dikembangkan areal nya. Selain Pekalongan, lahan tambak yang perlu dimaksimalkan pada masa mendatang yakni berada di Bengkayang, Kalimantan Barat; Karawang, Jawa Barat dan Singaraja, Bali.

Pasalnya, keberadaan tambak budidaya di beberapa kantor cabang atau unit PT Perikanan Indonesia ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal. Salah satunya mampu menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar.

Serapan tenaga kerja yang dimaksud yaitu mulai dari tenaga kerja persiapan panen, tenaga kerja pemanen udang, pemikul udang hingga pemilih ukuran udang.

Jakarta, 4 Agustus 2022 PT Perikanan Indonesia

Hadir untuk Nelayan, PT Perikanan Indonesia Salurkan Hewan Kurban Bagi Masyarakat Pesisir

JAKARTA—Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1443 H, PT Perikanan Indonesia menyalurkan bantuan sosial hewan kurban melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL.

Penerima manfaat yakni masyarakat pesisir dan nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ).

Program TJSL ini disalurkan melalui Masjid Bahrul Ulum Pasar Ikan Modern Muara Baru dan Masjid Al Hidayah di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Baru.

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan eksistensi PT Perikanan Indonesia harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar Pelabuhan Perikanan. Perusahaan hadir untuk para nelayan dan keluarganya.

“Masyarakat pesisir di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman di Muara Baru harus mendapatkan manfaat dari hadirnya BUMN Perikanan ini,” katanya saat penyerahan hewan kurban sapi kepada pengurus Masjid Al Hidayah Muara Baru, Senin (11/7/2022).

Sebanyak 680 penerima daging kurban adalah masyarakat pesisir dan kelurga nelayan.
Menurut dia, Hari Raya Idul Adha adalah momentum yang baik untuk berbagi kepada sesama.

Penyaluran hewan kurban merupakan wujud ungkapan rasa syukur, serta bentuk kepedulian dan perhatian perusahaan terhadap lingkungan sosial di kawasan pelabuhan perikanan Muara Baru.

PT Perikanan Indonesia, lanjut dia, juga memantau penyaluran daging kurban agar tepat sasaran.

BUMN Perikanan ini juga meninjau langsung pemotongan sapi agar sesuai dengan prosedur penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat Islam.

Pemotongan hewan kurban disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta Bagus Oktori Sutrisno, Direktur Keuangan dan Dukungan Kerja Manahan Hutapea dan Direktur Operasional Fajar Widisasono.

Perusahaan juga memastikan hewan kurban berupa sapi-sapi ini bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pasalnya, PT Perikanan Indonesia bersinergi dengan BUMN pangan lain yakni PT Berdikari dalam pengadaaan hewan kurban.

PT Berdikari merupakan BUMN peternakan yang menjamin komoditas sapinya bebas dari PMK. Member of ID FOOD ini rutin melakukan pengawasan dan monitoring kepada asosiasi pedagang dan mita peternak.

Selain itu, PT Berdikari melakukan isolasi atau karantina bagi sapi yang baru dibeli, menerapkan prosedur biosecurity, mengakomodasi tenaga medis kesehatan hewan hingga memisahkan peralatan makan bagi hewan yang sakit.

Jakarta, 11 Juli 2022

PT Perikanan Indonesia

Member of ID FOOD

Jaga Inklusivitas Nelayan, PT Perikanan Indonesia Serap 5.570 Ton Ikan di Paruh Pertama 2022

Jakarta—PT Perikanan Indonesia merealisasikan serapan ikan hasil tangkapan nelayan sebesar 5.570 ton ikan pada paruh pertama tahun ini.

Hal ini sesuai dengan amanah peraturan pemerintah atau PP No.99 Tahun 2021 agar PT Perikanan Indonesia bertindak sebagai off taker hasil tangkapan nelayan untuk meningkatkan dan mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas dan mutu perikanan.

Peran PT Perikanan Indonesia sebagai off taker semakin ditingkatkan usai keluarnya PP No.99 tahun 2021 tentang Penggabungan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Nusantara ke dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Indonesia.

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan sejak mergernya dua BUMN perikanan pada Desember 2021 lalu, tentu ini memperkokoh peran PT Perikanan Indonesia dalam melibatkan nelayan sebagai garda terdepan ketahanan pangan di sektor perikanan.

Sigit menjelaskan, PT Perikanan Indonesia hadir sebagai penyerap hasil tangkapan nelayan di seluruh Indonesia dengan harga yang wajar dan sesuai. Hingga semester I/2022, PT Perikanan Indonesia telah membeli ikan dari nelayan sebanyak 5.570 ton.

“Ini adalah amanah pemerintah usai penggabungan BUMN Perikanan. PT Perikanan Indonesia harus dapat meningkatkan hasil off take nelayan, nilai tukar nelayan dan memberikan kemudahan nelayan dalam berproduksi. Ini yang kami terus upayakan,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (22/7/2022).

Ikan hasil tangkapan nelayan yang diserap oleh PT Perikanan Indonesia mayoritas antara lain, Ikan Cakalang, Ikan Tuna, Ikan Kembung, Ikan Tongkol, Ikan Deho, Ikan Layang dan Gurita.

Ikan tersebut diperoleh dari nelayan di sejumlah cabang PT Perikanan Indonesia yaitu di Pekalongan, Belawan, Brondong, Pemangkat, Ambon, Bacan, Benoa, Bitung, Gorontalo, Makasar, Padang, Sorong, Surabaya dan Tegal.

“Total mitra nelayan PT Perikanan Indonesia di seluruh Indonesia berjumlah 1.400 nelayan,” tambah Sigit.

Sigit mengungkapkan produk ikan yang diserap PT Perikanan Indonesia dari nelayan ini merupakan bahan baku yang akan dilakukan pengolahan sebelum dijual. Dalam proses pengolahan, PT Perikanan Indonesia akan fokus ke arah hilirisasi produk untuk memaksimalkan nilai tambah.

Untuk mendukung ekosistem perikanan yang berkelanjutan, PT Perikanan Indonesia didukung degan infrastruktur penunjang di seluruh cabang di Indonesia. Infrasktruktur yang dimaksud yakni Unit Pengolahan Ikan, Cold Storage, Air Blast Freezer, pabrik es, docking kapal hingga pelabuhan perikanan berkelas samudera dan nusantara.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN 1 Pahala Nugraha Mansury mengatakan sektor perikanan adalah salah satu komoditas yang harus diprioritaskan untuk mencapai ketahanan pangan.

Menurut Pahala, merger BUMN Perikanan merupakan salah satu usaha perbaikan di sektor pangan dengan meningkatkan kontribusi PT Perikanan Indonesia terhadap inklusivitas atau keterlibatan nelayan.

Jakarta, 22 Juli 2022

PT Perikanan Indonesia

logo-pt-perindo-id-food.png

Kontak Kami

  • Jl. Muara Baru Ujung, Penjaringan, Jakarta Utara - 14440
  • Tlp: (021) 6679604
  • Fax: (021) 6690523
  • corcomm@perikananindonesia.co.id
  • persuratan@perikananindonesia.co.id

Media Sosial